Estetikapers

  • Photo
  • Story
  • Photo
  • Story
  • Photo

PASAR PATTALLASSANG, PASAR TERTUA DI TAKALAR YANG PUNYA NILAI BUDAYA

Pasar tradisional adalah pusat perbelanjaan masyarakat. Salah satunya yaitu Pasar Pattallasang yang merupakan pasar terbesar dan tertua di Kabupaten Takalar.
Masyarakat setempat mempercayai bahwa pasar tersebut memiliki nilai keberkahan tersendiri. Seperti namanya "Pattallassang", diambil dari Bahasa Makassar yang berarti sumber kehidupan, maka masyarakat berharap apa yang dibawa ke sana akan selalu tahan lama dan membawa keberkahan.
Hari Pasar Pattallassang disesuaikan dengan jadwal pengoperasian bersama tiga pasar lainnya, yakni empat hari sekali. Misalnya dimulai dari hari Senin untuk jadwal pasar Pattallassang, Selasa jadwal pasar Bulukunyi, Rabu jadwal pasar sentral, Kamis jadwal pasar Lengkese dan Jum'at kembali lagi pada pasar Pattallassang, begitupun seterusnya. Tentu, hal ini membuat warga menghitung hari saat ingin berkunjung ke pasar terdekat.
Para pedagang yang menjual di lingkungan pasar Pattallassang ini cukup beragam. Seperti pasar pada umumnya, pasar ini terdiri atas pedagang ikan, sayuran, pakaian, perabotan rumah tangga, dan banyak hal yang meliputi kebutuhan hidup sehari-hari.
Foto : Hasmawani Rasyid
Jika kita mengunjungi pasar tradisional ini, hal pertama kali yang kita lihat adalah banyaknya para pedagang sembako yang berjualan di pinggir jalan. Pasar ini beroperasi mulai dari pukul 06.00 pagi hingga 12.00 WITA siang.
Foto : Hasmawani Rasyid
Di sebelah kanan penjual sembako tadi, Sahabat bisa menemukan kue tradisional apapun khas Sulawesi Selatan. Selain itu, senyum tulus dan keramahan yang ditawarkan mungkin tidak akan Sahabat temukan di toko lain.
Foto : Dwi Atmawati Syarif
Salah satu kue tradisional yang tersedia di pasar tersebut adalah kue Bannang-bannang (nenun-nenun). Kue yang berbentuk benang ini memiliki arti, sebagai penggambaran kehidupan rumah tangga atau pernikahan yang disatukan sehingga saling terkait (bergabungnya 2 keluarga yang saling membutuhkan dan bekerja sama) dan tidak akan pernah bisa dipisahkan selain oleh maut. Sedangkan rasa gurih dan manis yang dihasilkan dari bannang-bannang ini menggambarkan sebuah harapan perjalanan rumah tangga yang harmonis.
Foto : Hasmawani Rasyid
Uniknya, di pasar tradisional ini ada jasa cukur rambut yang berbeda dengan salon. Jasa cukur rambut ini berdekatan dengan ruko-ruko pedagang pakaian. Tarifnya pun bervariasi, bergantung dari umur pelanggannya.
Foto : Hasmawani Rasyid
Jika Sahabat membutuhkan alat kosmetik atau peralatan seperti gunting kuku, parfum dan lain hal sebagainya, Sahabat juga dapat menemukannya di sini.
Kebanyakan masyarakat setempat pun membeli alat kosmetik untuk "erang-erang" atau seserahan di pernikahan. Selain harga yang terbilang murah, juga tersedia dengan lengkap.
Foto : Hasmawani Rasyid
Di Pasar Pattallassang dapat kita temui kebutuhan hidup seperti gula, kopi, dan bahan makanan pokok lainnya.
Foto : Hasmawani Rasyid
Tak kalah menarik perhatian adalah anak kecil yang menawarkan produk kantong kresek bagi para pembeli di pasar. Tiap kantong kresek dihargai dengan dua ribu rupiah perlembarnya.
Foto : Hasmawani Rasyid
Selain itu, pedagang emas pun turut andil dalam pasar Pattallassang ini. Ia menjual dan membeli emas, bahkan mereka menerima pesanan sesuai model yang diinginkan pelanggan.
Foto : Hasmawani Rasyid
Di sisi lain, bagian belakang pasar terdapat pedagang ikan dan macam-macam seafood. Selain itu, tawar-menawar menjadi kebiasaan dalam perdagangan pasar. Negosiasi bahan makanan atau barang menjadi ladang budaya sikatutui.
Sikatutui berarti saling menghargai dalam mengambil keputusan dan penetapan harga barang antara pedagang dan pembeli.
Foto : Hasmawani Rasyid
Ternyata selain dijadikan sebagai tempat jual beli, Pasar Pattallassang ini juga sarat akan budayanya yang bersifat sakral dan harus dilestarikan. Karena inilah, Pasar Pattallasang ini selalu ramai dikunjungi dan menjadi salah satu pusat perputaran roda perekonomian yang sangat berpengaruh di Kabupaten Takalar.
Foto : Hasmawani Rasyid
Bagi para pedagang, pasar sangat membantu untuk memperlancar penjualan sekaligus kesempatan mempromosikan produk yang mereka jual. Di pasar, pedagang dapat menjelaskan keunggulan produknya itu untuk meyakinkan pembeli. Selain itu, pasar menurut pedagang adalah salah satu aset perekonomian terbesar mereka, sebab peluang terjualnya barang atau jasa mereka kemungkinan terbesar ada di pasar.
Meski telah tersedia online shop, interaksi jual beli yang dilakukan secara langsung di pasar tetap dibutuhkan oleh berbagai kalangan, baik kalangan atas hingga ke bawah, orang tua sampai anak muda, dan pekerja kantoran hingga wiraswasta, bahkan bagi si penjual dan pembeli itu sendiri.
Foto : Hasmawani Rasyid
Khusus bagi pembeli, pasar berperan penting karena memudahkan mereka untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan. Mereka tidak perlu repot mencari kesana-kemari karena apa yang dibutuhkannya telah tersedia di pasar. Terakhir, kelebihan lainnya ketika pembeli berbelanja di pasar adalah adanya tawar menawar dan dapat melihat dengan nyata barang yang diperlukan.
Foto : Hasmawani Rasyid

Konten ini dilindungi.