Estetikapers

  • Photo
  • Story
  • Photo
  • Story
  • Photo

AKSI TUNTUT REKTOR BERIKAN SUBSIDI UKT SECARA GENERAL

Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) turun ke jalan dalam rangka menggelar aksi tuntutan ``Berikan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara general untuk mahasiswa UNM`` di depan Gedung Phinisi UNM Makassar, Jumat (8/1).
Foto: Yasmin Afifah Indra
Aksi ini dimulai pada pukul 15.00 WITA. Massa aksi bergerak dari titik kumpul di Jalan Raya Pendidikan menuju Jalan Andi Pangeran Pettarani atau di depan Gedung Phinisi. Sejumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di UNM atau yang biasanya disebut dengan 8 mata orange ini bergabung bersama aliansi mahasiswa UNM, kecuali Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi UNM. Adapun empat isu turunan dari aksi ini yaitu:
1. Tranparansi Unit Cost;
2. Transparansi anggaran Covid;
3. Tindak lanjut pengembalian UKT semester ganjil; dan
4. Wujudkan profesionalisme dosen dalam perkuliahan daring.
Foto: Yasmin Afifah Indra
Selain isu tuntutan di atas, ada banyak mahasiswa yang membawa pataka sebagai bentuk protes mahasiswa. Pataka tersebut berisi cuitan sindiran yang menggunakan istilah tren masa kini. Cukup menggelitik ketika membacanya.
Foto: Yasmin Afifah Indra
Salah satu hasil tangkapan kamerawan, ada hal menyedihkan dibalik alasan mengapa UNM harus memberikan UKT secara general untuk mahasiswa. Pada kehidupan sehari-hari dan sepertinya sudah menjadi budaya di kalangan masyarakat, orang tua yang kesulitan membiayai pendidikan anaknya, maka ia akan menikahkannya dan berhenti mengenyam bangku perkuliahan. Tak hanya satu hingga dua orang, melainkan ada banyak kasus seperti itu yang kita lihat dan dengar di dunia yang makin pelik ini.
Foto: Yasmin Afifah Indra
Aksi ini diisi dengan orasi. Tiap-tiap perwakilan BEM turut menyoraki suara keadilan dengan lantang agar didengar oleh birokrasi kampus.
Foto: Yasmin Afifah Indra
Meski hujan deras mengguyur, tidak menyurutkan niat baik para massa aksi. Hujan berlangsung selama 20 menit dan tak menggoyahkan sedikitpun.
Foto: Yasmin Afifah Indra
Kemacetan juga terjadi sepanjang jalan Andi Pangeran Pettarani, sehingga mahasiswa tidak memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan aspirasinya.
Foto: Yasmin Afifah Indra
Meskipun macet, para mahasiswa tetap berusaha agar arus lalu lintas tetap berjalan lancar.
Foto: Yasmin Afifah Indra
Sepanjang kegiatan aksi tuntutan ini, diawasi oleh polisi setempat, bersama para kuli bangunan yang mendukung gerakan aksi mahasiswa.

Sayangnya, beberapa massa aksi yang turut dalam aksi tuntutan ini, tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak. Tak hanya massa aksi, polisi yang sedang mengawasi kegiatan aksi tuntutan tersebut pun juga sempat lalai.

Foto: Yasmin Afifah Indra
Mahasiswa juga menggantungkan spanduk besar bertuliskan ``Aliansi Mahasiswa UNM menuntut!!! Berikan subsidi UKT secara general untuk mahasiswa UNM``. Aksi selesai pada pukul 17.30 dan berlangsung dengan damai. Hingga aksi ini berakhir, tidak ada birokrasi satupun yang turun menemui mahasiswa dan memberikan tanggapan.
Foto: Yasmin Afifah Indra

Konten ini dilindungi.